Senin, 08 Juni 2009

Mengajari renang, mendapat sex.

Aku mempunyai kegemaran berolah raga, yaitu sepak bola, futsal, basket, dan renang. Khususnya renang, aku lakukan minimal sebulan sekali.

Pada suatu hari aku pulang dari kerja sore itu, aku istirahat sebentar kemudian aku menyiapkan pakaian renang, baju ganti serta peralatan anduk dan sabun juga shampoo. Setelah siap semua aku berangkat menuju tempat kolam renang umum di daerah Kuningan dengan mengendarai mobilku. Sesampainya ditempat kolam renang tsb aku memarkir mobilku setelah aku parkir aku menuju loket untuk membeli karci masuk kolam renang. Dan aku pun masuk ke area kolam renang. Setelah itu aku pakai baju renangku, aku menitipkan bajuku ke tempat penitipan. Akupun menuju kolam renang sebelum mulai renang aku selalu pemanasan terlebih dahulu. Setelah 5 menit pemanasan aku mulai masuk ke kolam dan aku selalu mengelilingi kolam renang.

Merasa lelah aku istirahat. Pada saat istirahat aku duduk di tepi kolam renang, aku melihat sosok wanita di sampingku. Dan aku pun membuka pembicaraan dengan basa basi.” Sendirian ya….mbak…… mana teman – temanya??? tanyaku kepada wanita disampingku. “ iya….belum datang yang lain”jawab wanita itu. “ kok belum berenang….”tanyaku kembali. “ saya ngak bisa berenang dan saya hanya ikut – ikutan “ . Aku pun heran. Dan tidak lama kemudian seorang temannya datang dan masuk pula disamping wanita itu. Akupun memberi senyuman kepada mereka dan aku mulai berenang dan berputar putar kembali, akupun meninggalkan mereka.

Setelah cukup lelah akupun istirahat yang kedua. Dan tempat istirahatku seperti yang tadi. Dan akupun menjumpai mereka kembali. “ lho….kok masih disini ……” kataku, “ iya nich… ngak biasa berenang sich “ jawab wanita itu, “ oya boleh kenalan? tanyaku dengan menyodorkan tangan kananku, “Namaku Anggara “kataku “Heni" katanya, dan temannya kuketahui bernama kaka. “mau ngak ajarin saya,” “ kalau ngak mau ngak apa apakok” Kata Heni. “ ya…sini aku ajarin tapi ngak bisa seperti pelatih renang yaaa” jawabku. Dan temannya berenang menjauh dari aku dan Heni. Akupun mendekatkan diri ke Heni. Akupun menyuruh Heni telungkup dalam air dan aku menahan tubuh Heni dengan kedua tanganku. Aku berada di sebelah kirinya “ tangan kamu pegang pingiran kolam renang “ “ ya…begitu…” perintahku . Tanpa sengaja tangan kiriku memegang buah dadanya dan heni menenggok kekanan melihat aku, aku agak kaget melihat wajahnya namun Heni memberikan senyuman kepadaku.

Dan aku mulai lega. Dan aku memerintahkan gerak kakinya naik turun bargantian, aku tetap memegang buah dadanya karena aku pikir kesempatan dan tidak terlihat siapa siapa, setelah cukup lama aku mulai ngak konsen karena "adik" mulai bikin olah. “ udah duluan ya…aku mau putar putar kembali.” Untuk menjaga adiku, aku akhiri ajaranku untuk berenang. Setelah beberapa putaran aku akhiri berenang sore itu dan aku sudah tidak melihat Heni dan temannya. Setelah aku bilas air pancuran, aku ganti pakaian dan keluar menuju tempat parkir.

Setelah aku mau meninggalkan parkiran aku melihat Heni berjalan sendirian dan aku menghampiri. “ Kemana temannya tadi??” Tanya Aku. “ Udah pulang duluan sama cowoknya” jawab Heni “ mana cowok kamu?” Tanya aku “ aku….gak dijemput….” jawabnya. “Tinggal dimana?“ Tanya aku. “ di daerah Tebet.” Jawabnya. “kalau ngak keberatan aku anterin kerumah kamu..” “ ya….bolehlah….” Kemudian aku suruh naik kesampingku. Dalam perjalanan kerumahnya aku ngobrol kesana kemari. Sesampai dirumahnya, ia masuk dan akupun disuruh masuk. “ Kok sepi …” “kemana semuanya?” Tanyaku. “ Ortuku baru saja pergi kunjungan ke Bandung” terangnya. “ duduk sini aku mau naruh pakaianku dulu” katanya dan aku duduk di ruang tamu.

Heni membuatkan minuman teh buatku, “ silahkan minum” “ ngak aku racuni koq….”candanya “makasih” jawabku“. Iapun duduk disebelah kananku. Kami pun gobrol macam macam dan aku melihat celahan baju Heni yang terbuka, ternyata dia tidak memakai BH. Dan aku coba mendekatkan diriku semakin lebih dekat dengannya. Setelah dekat aku terkaget, ia mencoba bersandar ketubuhku. Aku semakin berani memandangnya dan disambut dengan ciumannya. Akupun menciumi leher Heni “ aa….ahhhh mas….” aku mencoba mebuka kancing bajunya, dan aku singkapkan sehingga buah dadanya terlihat dariku. “ Mass... Jangan ya,,,, “ “aku malu “katanya dengan terengah enggah. Lalu aku menidurkan Heni ke sofa panjang. Dan menyusu “aaahhhhhhhhh…….uuuhhhhhhhhh…..mmaaasss…” desahnya. Aku lalukan dari buah dada kiri ke kanan dan bergantian.

Setelah aku puas aku bangkit buka bajuku dan celanaku. Setelah terlepas celanaku “wwwaaaahh punyanya Mmaaaaasssss sudah tegang “ kata Heni. Dengan itu akupun jadi napsu membuka Cdku dan berdiri menantang, aku membuka celana roknya . Aku ngak kuat aku sodorkan kontolku kemulut Heni dan di ciumin dan disertai desahan” oooohhhh……mmmaaassss”, tanganku mulai bereaksi menyelinap ke CD menuju Memek Heni dan ternyata sdh ada cairan di memeknya. Selang beberapa saat aku bangkit melepas CDnya. Kemudian aku membuka pahanya dan aku mulai menciuminya yang aku sukai.

Dengan menyusui, Heni mengerakkan pantatnya keatas dengan maksud memeknya dapat dicolok oleh kontoku yang sudah tegang.“ uuuhhhh….mmmaaaassss cccceeeepppeeeetttaaannnnn dddoooonnnggg” desahnya dan aku pun ngak sabar aku atur posisi yang baik supaya kontol aku dapat masuk ke memeknya. “ bbbllleeess…..” masuklah kontol aku. Akupun mulai menaik turunkan pantatku serta aku menyusui di buah dadanya ”uuuhhh…..aaaahhhh….uuuhhhh….” desah Heni. Aku tidak lepas dari buah dadanya . “ mmmaaaasssss…..kkkkkoooccccooookkk tteeerrruuusss kkooonntttooll mmaassss” kata Heni “ ssshhhhhh….aaahhh….” sekitar 15 menitan “ aaakkkkkuuu……uuuuddddaaahhh kkkeeellluuuaaarrrr “kata Heni dan ppplllaaakkk….pppplllloookkkk…bunyi gesekan kontolku dengan memeknya yang sudah mengeluarkan cairan .

Dan aku kocok terus masih tanggung sebentar lagi ingin keluar. “ Heni....…..aaakkkkkuuu mmmmaaaauuuu….kkkeeeellluuaaarrrr nnnnniiiihhhh…..” kataku , hitungan detik akhirnya pejuku keluar dan membasahi memek Heni dan akupun mencium “ mas Anggara makasih ya…aku ….sebenarnya ingin begituan ama pacarku tapi pacarku belum pulang dari dinasnya di luar kota” kata Heni. ”ya…makasih juga…aku juga sudah lama ngak gituan ama pacarku” jawabku sekenanya. Dan aku pun mencabut kontolku setelah kontolku kembali normal lagi “ ya..udah mari kita lakukan sepuas puasnya” kataku sambil memainkan buah dadanya. Dan akhirnya kami melanjutkannya hingga beberapa kali di kamarnya Heni serta di kamar mandi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar